Sejarah | Harian Kudus

Sejarah

Dari Jepara, “Om Telolet Om” Mendunia

Dari Jepara, “Om Telolet Om” Mendunia

Berita, Sejarah, Sosial
Hariankudus.com, Jepara-Belakangan jagad maya dihebohkan dengan maraknya “Om Telolet Om” bahkan artis-artis ternama dari manca negara pun ikut mencuitkan suara klakson bus Indonesia di Twitter. Ditengah riuhnya politik Indonesia, tiba-tiba muncul hashtag atau tagar #telolet pada deretan trending topic Twitter. Bahkan, tagar tersebut mengalahkan tagar terkait sidang kasus dugaan penistaan agama dan peluncuran uang rupiah tahun emisi 2016. Telolet sejatinya adalah bunyi suara klakson bus malam atau pariwisata Indonesia dan truk pengangkut barang yang sedang menjadi buruan sejumlah anak-anak di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Demi mendapatkan bunyi tersebut, mereka rela menunggu atau memburu bus di jalan raya sambil berteriak kepada sopir, "Om telolet Om". Ada pula sebagian diantar
Hormati Sesama Bagian dari Teladani Perilaku Nabi

Hormati Sesama Bagian dari Teladani Perilaku Nabi

Berita, Pendidikan, Regional, Sejarah
Hariankudus.com,Semarang-Dalam rangka memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang menggelar peringatan maulid nabi di Masjid Sekolah Muhammad Al Fatihalamat Jalan Kaligawe Raya Semarang Kamis (08/12). Kepala sekolah, Nur Kholis, S.Ag. mengatakan pihaknya sangat mendukung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolahnya. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting bagi para siswa sebagai momentum keteladanan. Selain itu kegiatan tersebut sejalan dengan program BuSI (Budaya sekolah Islami) yang sudah lama diterapkan di sekolah. “Kita harus menjunjung nilai-nilai Islam, agar hidup kita selamat dunia akhirat,” paparnya Sementara itu, pengisi acara ustad Miftahul Amirin, S.Pd menyampaikan, Nabi Muhammad SAW adalah seorang pe
Wow ! Batik Kudus Ternyata Jadi Primadona di Luar Negeri

Wow ! Batik Kudus Ternyata Jadi Primadona di Luar Negeri

Berita, Sejarah, Seputar Kudus
Hariankudus.com,Kudus-Setelah sekian tahun terbengkalai bahkan hampir punah karena minimnya pengrajin dan pelestari batik Kudus, kini jenis batik asal kabupaten berjuluk Kota Kretek sudah bangkit kembali melalui pemberdayaan masyarakat setempat. Asal muasal lahirnya Batik Kudus bermula dari sebuah kampung bernama Langgar Dalem di sekitaran Menara Kudus. Disana, tinggal keturunan para pengikut Sunan Kudus. Sebagai, pengisi kegiatan mereka para wanita di kampung tersebut, seharai-hari kerap membatik. Batik yang berasal dari Kampung Langgar Dalem memiliki ciri warna khusus yaitu Babaran Langgar Dalem dan Babaran Kerjasan, senada dengan warna Menara Kudus, yaitu soga tembelekan atau coklat kehijauan Semua kisah itu terangkum dalam catatan Miranti Serad Ginanjar terkait usahanya da...
Menuju Pariwisata Berbasis Pelestarian, Dibutuhkan Dukungan Semua Pihak

Menuju Pariwisata Berbasis Pelestarian, Dibutuhkan Dukungan Semua Pihak

Berita, Regional, Sejarah, Wisata
Hariankudus.com,Semarang-Pariwisata berbasis pelestarian dinilai memiliki keunggulan tersendiri di masa depan. Salah satunya karena terkandung keanekaragaman budaya Indonesia yang mana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan pelestarian bertajuk "Sosialisasi Inventarisasi Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya” yang berlangsung Kamis (17/11) di Gedung Oe De Trap Kawasan Kota Lama Semarang. Dalam keterangan tertulisnya Arsitek Yayasan Roemah Kahoeripan, Ir. Dewi Djukardi mengatakan, keindahan Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke menyimpan potensi ekonomi khususnya melalui pariwisata berbasis budaya dan kuliner tradisional. “Bentuk dukungan dari akademisi sangat kami inginkan. Karena itu, kita bicara dan diskusi dengan ahlinya hari
Agar Layak Dikunjungi, Museum Patiayam Butuh Rp 10 Miliar

Agar Layak Dikunjungi, Museum Patiayam Butuh Rp 10 Miliar

Berita, Lokal, Sejarah, Travel, Wisata
Hariankudus.com, Kudus-Proyek penataan dan pembangunan Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus diharapkan tuntas tahun depan. Ketua DPRD Kudus Masan meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyusun perencanaan matang untuk pengembangan museum tersebut. Terlebih usulan anggaran yang diajukan cukup fantastis. Tahun ini pada APBD Perubahan 2016, DPRD Kudus telah menyetujui anggaran sebesar Rp 2,65 miliar. Anggaran sebesar itu digunakan untuk membangun pagar dan pengerasan halaman museum. ”Dari DED yang kami terima, perbaikan gedung Museum Patiayam membutuhkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Usulan itu kami harapkan benar-benar cukup untuk mengubah wajah museum menjadi lebih modern dan layak dikunjungi,” kata Masan, Senin (31/10).
Peringati HSN, Ribuan Santri Kudus Akan Baca Resolusi Jihad di Makam KH. Raden Asnawi

Peringati HSN, Ribuan Santri Kudus Akan Baca Resolusi Jihad di Makam KH. Raden Asnawi

Berita, Lokal, Sejarah
Kudus,Hariankudus.com- Sebanyak 7.000 santri dipastikan ikut memeriahkan kegiatan napak tilas dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) sekaligus upacara hari santri yang akan dilaksanakan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (22/10). “Ribuan santri tersebut  rencananya akan mengikuti upacara dengan mengenakan sarung. Baik itu santri dari Nahdlatul Ulama (NU) saja maupun Muhamadiyah akan turut serta dalam upacara ini beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus," jelas Ketua Panitia panitia pelaksana Hidayat Nur, Kamis (20/10). Sebelum upacara Hari Santri, Hidayat melanjutkan, pada malam harinya, Jumat (20/10), pihaknya akan mengadakan kegiatan napak tilas. Tak kurang 800 santri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, PMII, dan juga Muhammadiyah aka
Ribuan Warga Padati Salin Luwur Sunan Muria

Ribuan Warga Padati Salin Luwur Sunan Muria

Berita, Lokal, Sejarah, Seputar Kudus, Wisata
Kudus, Hariankudus.com-Minggu pagi (16/10), selepas Shubuh, lalu lalang tukang ojek di Colo, Muria, memekakkan telinga. Silih berganti para tukang ojek mengantarkan para tamu undangan dan peziarah yang hadir dalam puncak acara haul dan salin luwur Sunan Muria. Kesibukan luar biasa tak hanya dirasakan para panitia haul dan salin luwur Sunan Muria dari Yayasan Masjid dan Makan Sunan Muria (YM2SM). Tukang ojek tak kalah sibuk. Diki, misalnya. ‘’Sehabis shubuh hingga menjelang pukul 06.00 ini, sudah mengantar delapan tamu. Untuk ongkos ojek, yakni Rp. 10 ribu,’’ ujarnya yang kurang lebih sudah 10 tahun menjadi tukang ojek Colo, Muria. Di area parkir wisata dan peziarah, bus-bus dan kendaraan lain para tamu dan peziarah, sehingga meluber hingga ke perkampungan sekitar, karena tidak
Pemkab Kudus Bakal Tampilkan Tarian Gusjigang di TMII

Pemkab Kudus Bakal Tampilkan Tarian Gusjigang di TMII

Berita, Lokal, Sejarah
Hariankudus.com, Kudus- Dalam rangka mempromosikan pariwisata Kabupaten Kudus Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menampilkan Tarian Gusjigang dalam pagelaran pentas wisata Kabupaten Kudus di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (16/10). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Yuli Kasiyanto mengatakan, tarian Gusjigang, mengambil filosofi budaya di masyarakat Kudus Kulon. ”Tarian Gusjigang nanti akan ditampilkan oleh siswa siswi SMA 1 Gebog. Mereka sudah melakukan latihan sejak beberapa bulan lalu,” katanya, Kamis (13/10). Sendratari ini, menurut Yuli tidak hanya memperkenalkan tari khas Kudus, tetapi juga memperkenalkan budaya Kudus secara luas. Dijelaskannya, Gusjigang sendiri merupakan warisan Sunan Kudus Jakfar Shadiq yang memiliki a
Objek Destinasi Wisata Kudus Kota Kretek

Objek Destinasi Wisata Kudus Kota Kretek

Sejarah, Seputar Kudus, Travel, Wisata
Hariankudus.com, Info Wisata Kudus-Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tak hanya terkenal dengan bangunan menara kudusnya yang sudah tersohor itu. Namun berbagai objek wisata dari yang paling populer, dan sering dikunjungi ada banyak. Salah satunya adalah Makam Sunan Kudus. Bicara soal objek wisata di Kudus, Anda tidak akan lepas dari tokoh legendaris yang bernama Sunan Kudus atau Sayyid Ja'far Shadiq. Selain dikenal sebagai salah satu dari anggota Walisongo yang memiliki peran penting dalam perumusan konsep negara "Kerajaan Demak" bersama Kanjeng Sunan Kalijaga. Dari catatan Hariankudus.com, Raden Jafar Shadiq lah orang yang pertama kali menyebut nama Al-Quds yang artinya "suci". Kata Al Quds kemudian bertransformasi menjadi Kudus, karena mempermudah lidah orang Jawa dalam penyebutannya....
Akses Peziarah Ditutup Saat Penjamasan Keris Pusaka Sunan Kudus   

Akses Peziarah Ditutup Saat Penjamasan Keris Pusaka Sunan Kudus  

Berita, Lokal, Sejarah, Wisata
Hariankudus.com, Kudus-Ritual penjamasan keris peninggalan Sunan Kudus di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Senin (19/9/2016) terpaksa menutup akses peziarah untuk sementara. Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 itu, para peziarah harus menunggu hingga prosesi penjamasan usai jika akan berziarah. Pintu makam baru dibuka sekitar pukul 09.30 WIB. Peziarah baru dipersilakan masuk setelah semua prosesi dilaksanakan. Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Nadjib Hasan mengatakan, penjamasan tidak bisa dinikmati masyarakat umum. “Proses penjamasan keris yang dikenal dengan nama keris Kiai Cinthaka  atau Kyai Ciptoko yang hadir karena diundang,” katanya kepada HarianKudus.Com Meski begitu, pihaknya tetap mempersilakan masyarakat yang ingin me