Pelaku Usaha Keluhkan Minimnya Lahan Parkir | Harian Kudus

Pelaku Usaha Keluhkan Minimnya Lahan Parkir

Petugas Dishubkominfo dibantu  kepolisian  mengatur lalu lintas di Pusat Oleh-oleh Khas Semarang Jalan Pandanaran
Petugas Dishubkominfo dibantu kepolisian mengatur lalu lintas di Pusat Oleh-oleh Khas Semarang Jalan Pandanaran

Hariankudus.com,Semarang-Sejak diberlakukan peraturan daerah mengenai larangan parkir di sepanjang Jalan Pandanaran atau kawasan pusat oleh-oleh khas Semarang per Desember 2013 lalu.

Ternyata hal itu berdampak terhadap iklim penjualan bagi sejumlah pelaku usaha yang mendirikan toko atau pedagang ritel terhadap pendapatan mereka.

Karenanya sejak dikeluarkannya Perda larangan parkir dan dipindah ke Museum Mandala Bhaktu jumlah wisatawan yang berkunjung menurun drastis.

Leniewati Jaya Atdmadja misalnya, meski sedang memasuki musim liburan dirinya yang berjualan oleh-oleh khas Semarang seperti Wingko, Bandeng Presto, Moci dan Lumpia itu pada Desember tahun ini hanya mampu menjual 30 dus per bulannya.

Kenyataan itu tak sebanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, pada masa liburan seperti sekarang dirinya bisa mengantongi puluhan juta rupiah per harinya.

“Tahun-tahun ini sepi mas.Ya sejak ada aturan parkir dilarang dipinggiran jalan,” terangnya

Selain itu, kurangnya keramahan petugas yang menertibkan pengunjung khususnya mereka yang baru pertama ke Semarang turut menjadi penyebab.

“Dishubkominfo yang bertugas semoga bisa lebih ramah pada pengunjung. Kalau tidak tahu adanya larangan parkir ya dikasih tau baik-baik. Jangan kayak ngusir orang jahat,” paparnya

Lebih lanjut Leniewati berharap janji Pemkot terkait akan disediakannya bus pengantar wisatawan dari Museum Mandala Bhakti ke Jalan Pandanaran segera direalisasikan.

“Yang susah nggak cuma kita. Suppliyer juga mengalami kesulitan untuk mensuplai barang. Jadi mereka musti kerja dua kali,” tuturnya (HKC-008)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *