Kondisi Wisata Candi Ngempon Semarang Memprihatinkan | Harian Kudus

Kondisi Wisata Candi Ngempon Semarang Memprihatinkan

Bangunan Candi Ngempon Kecamatan Prengapus Kabupaten Semarang
Bangunan Candi Ngempon Kecamatan Prengapus Kabupaten Semarang

Hariankudus.com,Semarang-Kondisi objek wisata Candi Ngempon di Desa Ngempon Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang bisa dibilang daya pikatnya tak seperti dulu.

Sebagai tujuan wisata di Kabupaten Semarang yang lokasinya berbatasan dengan Desa Derekan Kecamatan Pringapus dan sempat moncer di tahun 2004 itu kini tinggal menunggu masa hayatnya.Kepedulian pemerintah setempat sangat diharapkan warga bahkan kondisinya begitu mendesak.

Menurut Parmi (86) salah satu pemilik kolam pemandian air panas dikomplek Candi Ngempon mengaku sejauh ini pihaknya bersama warga lain dalam membangun sarana prasarana menggantungkan dari hasil membayar pengunjung. Bahkan jalur dengan mengambil pinjaman ke bank pun pernah dilakukan, itu pun tak banyak membantu.

“Mandi kan ya cuma bayar 3000 to mas. Kalau pas rame ya lumayan. Tapi sekarang sering sepinya. Fasilitasnya juga kurang. Jadi hasilnya cuma cukup buat bayar utang,” terangnya

Hal senada juga diungkapkan Pariah (35) pemilik warung yang berada dekat lokasi wisata. Sejak keluar dari pabrik di tahun 2007 dan memutuskan berjualan pihaknya setiap hari bisa memperoleh penghasilan lebih dibanding menjadi buruh pabrikan.

Namun sejak objek wisata Candi Ngempon kalah pamor dengan Candi Gedongsongo yang jauh lebih diperhatikan. Sehingga ketertarikan pengunjung cenderung terjaga. Sementara, hal sebaliknya dengan Candi Ngempon kini ia lebih banyak merugi karena sepinya wisatawan yang datang.

“Dulu pernah dapat bantuan. Tahun berapa saya lupa. Tapi setelah itu nggak ada lagi. Lha wong bangun buat jualan ini aja ya modal sendiri mas,” tuturnya

Bahkan lanjutnya, warga yang berjualan seringkali dimintai uang setoran dengan jumlah cukup fantastis setiap empat bulan sekali.

“Bantuan apa mas diminta malah iya. Tiap empat bulan nyetor kurang lebih 15 juta ke pamong. Itu hasil tiket masuk parkir baik mobil atau motor,” ungkapnya

Kini Parmi dan Pariah bersama warga lain hanya bisa berharap turun tangan dari pemerintah. Sampai saat ini keduanya masih percaya objek wisata didesanya kelak akan kembali ramai seperti dulu.

Bahkan dahulu pengunjung dari Jakarta sempat singgah di objek wisata yang kini terancam mati itu. (HKC-008)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *