Lezatnya Kuliner "Gethuk Nyimut" Khas Lereng Muria Kudus | Harian Kudus

Lezatnya Kuliner “Gethuk Nyimut” Khas Lereng Muria Kudus

Salah seorang penjaga warung Gethuk Nyimut Pak Min memamerkan gethug siap saji
Salah seorang penjaga warung Gethuk Nyimut Pak Min memamerkan gethug siap saji

Hariankudus.com,Kudus-Siapa yang tak kenal dengan tanaman singkong atau ketela? Tanaman yang bisa dibuat beranekaragam macam makanan ini sampai sekarang masih banyak di minati masyarakat untuk di konsumsi setiap hari selain nasi.

Meski singkong sekarang tak jadi makanan pokok masyarakat Indonesia lagi sebagaimana dulu. Kendati begitu, tak sedikit yang memanfaat singkong sebagai makanan kuliner bahkan dijadikan oleh-oleh khas disuatu daerah salah satunya di Kudus.

Sebagaimana yang dilakukan Patmin, warga Dukuh Kajar Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Pak Min, begitu ia biasa disapa, setiap hari memanfaatkan singkong menjadi makanan Gethuk Nyimut. Meski, awalnya hanyalah coba-coba karena dimintai tolong saudaranya, kini Pak Min membuat Gethuk Nyimut sebagai peluang usaha.

“Awalnya coba-coba membuat usaha ini, melihat saudara saya kerepotan melayani pelanggan dalam membuat gethuk. Kemudian akhirnya saya dan keluarga mencoba membuat warung sendiri. Sejak itu gethuk ini yang merupakan hasil olahan singkong kami beri nama gethuk nyimut, karena bentuknya yang kecil dan imut,” tuturnya.

Sejauh ini Pak Min dalam proses pembuatanya menggunakan jenis singkong ketan. Cara memasaknya pun bisa dibilang masih tradisional dengan menggunakan pawon (dapur terbuat dari tanah liat red). Hal itu lantaran untuk menjaga rasa gethuk hasil olahannya dimana kebiasaan tersebut sudah dilakukannya sejak tiga tahun lalu.

“Dalam sehari bisa membuat sedikitnya 400 biji gethuk, kalau pada hari-hari libur bisa mencapai 500 biji lebih, dan tergantung juga stok singkong yang tersedia,” jelasnya

Gethuk Nyimut, dalam proses pembuatannya pun bisa dibilang cukup mudah. Singkong jenis ketan yang sudah dikupas lalu dicuci bersih kemudian direbus hingga matang kemudian dihaluskan dengan ditumbuk. Setelah itu, di kepal-kepal membentuk bulatan-bulatan yang dalamnya diberi sedikit gula pasir putih baru kemudian digoreng baru siap untuk disajikan.

Banyak orang telah membuktikan betapa nikmatnya Gethuk Nyimut hasil olahan Pak Min apalagi dikala musim hujan begini dinikmati hangatnya wedang kopi menjadi pelengkap. Belum lagi dengan suasana sejuk lereng Gunung Muria, memberikan sensasi tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang.

Salah satunya Angga dan Lia warga Demangan Kabupaten Kudus. Angga dan Lia yang merupakan pasangan suami istri tersebut rela meluangkan waktu disela-sela kesibukannya hanya untuk mencicipi kelezatan gethuk nyimut pak min.

Menurut pengakuan keduanya Gethuk Nyimut buatan Pak Min beda dengan lainya, walapun bahan dasarnya sama. “Gethuk buatan Pak Min selain rasanya yang sedikit manis juga lebih halus dari kebanyakan gethuk sejenis”, ungkap Angga

“Sudah sedari SMA saya sering mengunjungi warung gethuk Pak Min, rasanya pun tak kurang dan tak lebih. Selalu bikin kangen pengen kesini,” imbuhnya (HKC-001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *